Berkeliling Jakarta dengan Uang 50ribu, why not?

Uang Rp 50.000. Sumber : Google

Saya bukan sedang ingin membagikan uang senilai 50.000 seperti gambar diatas… hihi.. tapi saya ingin menceritakan bagaimana dengan uang 50.000 rupiah bisa keliling Jakarta. WOW!

Jakarta adalah kota yang serba ada, berapapun gaji yang kita dapat, itu pasti akan habis jika kita selalu menuruti nafsu kita karena kelengkapan apapun yang ada di Jakarta.. hayoo sudah berapa banyak tabunganmu??

Bagi saya, uang 50.000 bisa dipake makan, hidup di Jakarta selama 3 hari. (Asumsi makan sehari 2 kali). Kenapa saya tulis makan, hidup, karena kita tidak hanya mengandalkan makan saja, ada kebutuhan lain yang tiap hari harus selalu di penuhi. Jajan untuk beli camilan misalnya, atau air minum habis :p

Bagi saya yang hidup merantau di Jakarta (baca: ngekos) uang 50.000 bisa sangat valuable banget.. buat beli deterjen atau shampoo yang habis misalnya. :)) tapi hidup perlu juga refreshing kan… gak hanya menjalani rutinitas, pergi kantor, kerja, pulang kantor, tidur. Bukankah kita harus menikmati hidup?

Ya.. contohnya kita bisa berkeliling Jakarta dengan uang 50.000 saja. Why not? Bisa banget. malah biasanya masih kembalian. mari kita buat sebuah itinerary kecil (rangkaian perjalanan) agar kita bisa melakukan refreshing sekaligus bisa bersenang-senang dari kegiatan rutinitas harian kita.

Destinasi saya kali ini yaitu : Monas, Senen dan Stasiun Kota.

Mungkin jika saya punya Yamaha Mio Fino, saya bisa berkeliling pake itu. akan tetapi saya gak punya.. gpp yang penting berkhayal dulu seperti fino yang super ketje berikut ini :

Yamaha Mio Fino

Yamaha Mio Fino. Sumber : Google

Ketjeeee bukan… :*

Karena saya tidak mempunyai kendaraan, saya akan menggunakan transportasi umum Jakarta Buswas Transjakarta dari halte Lebak Bulus (Dekat dengan kost saya).

Rute yang akan saya tempuh yaitu :

1. Busway dari halte Lebak Bulus ke arah halte Harmoni. Transit dari halte Harmoni ke halte Monumen Nasional (untuk melakukan perjalanan dengan destinasi Monas).

2. Busway dari halte Monumen Nasional/Monas (atau bisa juga menggunakan halte Balai Kota, atau halte Gambir 2) menuju ke halte Senen (untuk  melakukan perjalanan dengan destinasi Senen).

3. Busway dari halte Senen menuju ke halte Harmoni dan transit jurusan halte Stasiun Kota (untuk melakukan perjalanan dengan destinasi Stasiun Kota).

Welll… detail perjalanannya bisa disimak dibawah ini yaaa… 😀

1. Monas

Ngapain ke Monas?

Monas atau Monumen Nasional adalah simbol dari kota Jakarta. pagi hari atau sore hari biasanya banyak yang melakukan Jogging. Bisa menjadikan badan kita sehat sekaligus membuat otak kita menjadi refresh karena masih bisa menikmati hijaunya tanaman yang ditanam di sekitar Monas. sambil sesekali tengoklah ke langit sana.. Masih bisa kita jumpai awan yang sangat indah loh yang bergerak kesana kemari.

Dan biasanya, klo pas hari minggu atau Car Free Day di Jakarta, Monas menjadi sangat ramai. banyak penduduk Jakarta yang melakukan Car Free Day dan banyak pula acara-acara yang diadakan di Monas maupun sepanjang jalan CFD tersebut. CFD atau Car Free Day bisa kita temui pada setiap hari minggu dari jam 06.00 hingga jam 11.00 AM WIB.

Menarik bukan? kita bisa refreshing tanpa harus mengocek banyak isi dompet (baca: uang) 😀

Monas. Sumber : Dokumen pribadi

Monas. Sumber : Dokumen pribadi

2. Senen

Ada apa di Senen? Adakah tempat wisata menarik?

Setelah puas refreshing di Monas, destinasi selanjutnya yaitu Senen. Di Senen saya akan berbelanja Tote Bag. Mungkin orang mengira apa cukup dengan uang 50.000 bisa shopping juga? Hehee… Harga Tote Bagnya murah kok, 5.000 saja. walaupun second tetapi tidak kalah menarik kalau kita bisa memilihnya.

Banyak sekali baju-baju obralan di Senen yang masih bagus-bagus. biasanya mereka menjual karena memang cuci gudang, atau memang barang second.

Tote Bag

Tote Bag. Sumber : Google

Karena saya pecinta Tote Bag, kurang lebih gambarnya seperti diatas.

Eh.. ngomong-ngomong tentang Tote Bag, saya pernah jualan Tote Bag loh… seperti biasa, saya beli di Senen dengan harga 5.000 rupiah, dijual dengan harga 20.000 rupiah. heheee… 😀

Tentunya setelah proses pencucian dan setrika yang rapi ya.. saya jual ke teman-teman tetangga saya di kampung. karena waktu itu saya bawa banyak sekitar 10 buah Tote Bag, dan akhirnya nenek saya mempunyai inisiatif untuk dijual. welll…… untungnya bisa 4 kali lipat.

Kali ini, saya ke senen hanya beli 2 buah saja, hanya untuk dipakai pribadi ya tentunya.. jadi kelihatan modis saja dengan Tote Bag yang bermacam-macam *walaupun itu barang second* 😀

3. Stasiun Kota

Menjelang sore sebelum pulang kost, saya memutuskan untuk pergi ke Stasiun Kota. Disana ada….

Museum kota tua, Museum Bank Mandiri, dll. tapi tujuan saya kesana selain ke kota tua juga ke Asemka. Asemka dimana?

Asemka terletak tidak jauh dari halte dan stasiun Kota. Ada banyak aksesories wanita mulai dari jepitan rambut, bros, dan pernak pernik wanita lainnya. Saya kesini hanya untuk melakukan survey saja, dan sayangnya saya lupa untuk memfoto lokasinya. setelah melakukan gugling, saya menemukan gambar yang hampir mirip dengan yang saya kunjungi.

Penjual Aksesoris di pasar Asemka, Kota. Sumber : Google

Penjual Aksesoris di pasar Asemka, Kota. Sumber : Google

Jadi ceritanya, saya ingin merangkap sebagai Enterpreneur. saya melakukan survey ke tempat-tempat yang bisa menguntungkan untuk bisnis yang ada maupun yang akan saya lakukan.  Tidak banyak yang saya beli, saya hanya membeli 2 buah Bros lucu seharga 15.000 (untuk 2 buah) 😀

Setelah itu, waktu menunjukkan pukul 17.30 dan saya memutuskan untuk pulang… 50.000 nya masih kembalian :)))

Berikut rincian biaya yang dikeluarkan :

No Description Cost
1 Busway Lb.Bulus – Harmoni IDR 3,500.00
2 Busway Harmoni – Senen IDR 3,500.00
3 Tote bag IDR 10,000.00
4 Busway Senen – Kota IDR 3,500.00
5 Pernak-Pernik Bros IDR 15,000.00
6 Busway Kota – Lb.Bulus IDR 3,500.00
TOTAL IDR 39,000.00

——–

Tulisan ini diikutsertakan pada Kompetisi “Dengan Mio Fino Kemanapun Semakin Asyik”

Advertisements