Parenting Session – Mendengarkan & Bicara dengan Bahasa Anak

+KALCare

+KALCare @LOVE

Jakarta, 21 Februari 2015. Lotte Shopping Avenue (LOVE). Anak merupakan buah hati dari hasil pernikahan. Anak menjadi anugerah yang sangat besar yang diberikan Tuhan kepada para orang tua. Sehingga karena sebab anugerah itulah orang tua harus menjaga dan merawat anak-anak yang telah diberikanNya.

Terkadang, orang tua bisa dengan mudah mengatur dan merawat si buah hati. Tidak jarang pula banyak orang tua yang merasa kesulitan untuk merawat dan membimbing kehidupan anak-anaknya. Bukan kenapa? Tapi ketika anak berada dalam kendali orang tua, dia tidak akan terjerumus kepada hal-hal yang tidak diinginkan. Dan mereka bisa melakukan hal-hal tersebut karena faktor utamanya “Tidak Diperhatikan Orang Tua” sehingga mereka “mencari” perhatian lain yang mungkin bisa menyenangkan hatinya. Miris bukan?

IMG_20150221_155357

Mas Kirdi Putra, Hypnoterapist

Salah satu faktor yang bisa mencegah hal tersebut, para orang tua harus mau Mendengarkan anaknya. Mendengarkan tidak saja menjadi aktifitas fisik Mendengar apa yang diucapkan anak, akan tetapi Mendengarkan ada aktifitas untuk memahami, unsur psikologis seperti merasakan apa yang diucapkan anak kepada para orang tuanya. Sehingga dengan mudah, orang tua akan mengetahui perkembangan anak, lingkungan sekitarnya serta hal-hal yang tengah dihadapi anaknya.

Banyak sekali faktor yang mempengaruhi pola pikir anak, diantaranya seperti :
1. Family / lingkungan keluarga
Kehidupan anak bermula dari sebuah keluarga. Hal ini tentunya menjadi dasar tumbuh kembangnya pola pikir anak. Ajarkan mereka dengan baik, santun, tidak sering mengkritik dan menceramahi setiap saat dan tentunya sebagai orang tua harus mau mengakui salah jika memang orang tua yang salah. Manusia tempatnya salah bukan? Dan bukan tidak mungkin juga jika yang melakukan kesalahan adalah orang tua.

2. Agama
Hal lain yang mempengaruhi pola pikir anak adalah Agama. Tidak ada satupun Agama yang menjerumuskan. Semuanya baik. Maka hal terbaik untuk menjadikan anak baik adalah dengan wawasan Agama yang baik.

3. Masyarakat / lingkungan sekitar
Anak akan hidup dan mempunyai kebiasaan apa yang ada di sekelilingnya, apa yang orang tuanya ajarkan dan apa yang teman-temannya lakukan. Hal terbaik adalah menempatkan lingkungan anak pada hal-hal yang baik, teman-teman yang baik dan pengajaran yang baik oleh orang tuanya.

4. Sekolah/Pendidikan
Lingkungan tempat mereka belajar juga mempengaruhi pola pikir anak, bagaimana mungkin selama kurang lebih 14tahun (jenjang TK-SMA) para anak akan mengemban pendidikan mereka. Sehingga para orang tua harus waspada terhadap lingkungan pendidikan mereka, apakah sang anak sudah ditempatkan di tempat yang terbaik menurut orang tuanya? Sehingga dalam hal pengawasan pun mungkin dapat memudahkan orang tua karena sudah tau lingkungan pendidikannya.

5. Media (Apa yang mereka lihat, dengar)
Berapa banyak anak yang pada usia balita sudah kecanduan gadget? Bawa smartphone yang paling canggih yang diberikan orang tuanya, pergi ke mall bawa gadget di tangan anak, kemudian sang anak menjadi korban penculikan?

Secara tidak langsung, para orang tua sudah merampas masa-nya anak untuk bermain di lapangan, bermain kotor-kotoran dan bermain di usianya. Bagi saya (pendapat pribadi) hal ini tidak menjadikan anak kita belajar dengan hal-hal baru di lingkungannya, pengalaman dan pola pikir hanya untuk digunakan untuk mengakses dunia yang bukan sesungguhnya (dunia maya) sehingga anak akan terbiasa dengan fasilitas yang sudah diberikan orang tuanya. Bisa dibayangkan besok dia akan jadi seperti apa jika masa kecilnya hanya manja yang diberikan?

Media atau akses menggunakan gadget itu akan ditiru oleh anak. Menggunakan gadget pada waktu tertentu bagi saya sudah cukup untuk memberikan pengajaran teknologi agar anak tidak gaptek.

Setelah penjelasan mengenai faktor yang mempengaruhi pola pikir anak diatas, kemudian akan dijelaskan Tipe anak, seperti :
1. Visual
Tipe anak visual biasanya sang anak akan meminta perhatian orang tua dengan cara melihat. Contohnya seperti ini:
Anak : “Ma, aku mau ceritaa dong..”
Ibu : “Iya sayang.. ” (ibunya asyik dengan aktifitasnya)
Anak : “Ah.. Gak jadi.. Ah” (kemudian cemberut)

Tipe anak visual akan meminta orang yang diajak bicara untuk memperhatikannya. Maka, untuk membuat mereka senang, mereka harus dilihat ketika berbicara.

2. Auditoring
Anak tipe Auditoring adalah tipe anak yang bisa cukup didengar dan dia akan terus melanjutkan ceritanya ketika orang yang diajak bicara sedang asyik dengan aktifitasnya. Saya ambil contoh yang diatas ya :
Anak : “Ma, aku mau ceritaa dong..”
Ibu : “Iya sayang.. ” (ibunya asyik dengan aktifitasnya)
Anak : “Ma, kenapa sih pesawat itu bisa terbang?”
Ibu : “%#*(&(@*@()#-“

3. Kinestetik (Perasaan, Sentuhan)
Anak tipe Kinestetik biasanya suka akan sentuhan teman yang diajak bicara (orang tua) untuk menenangkannya. Biasanya anak tipe Kinestetik ini suka mepet-mepet ke orang tuanya. Jadi, ketika mereka menangis mereka akan diam ketika dipeluk dan diperhatikan.

Kirdi Putra yang juga memberikan materi, mengungkapkan salah satu cara untuk belajar berkomunikasi secara personal dengan anak bisa dilakukan beberapa cara, seperti :

1. Tidak ada aktifitas rumit
2. Tidak ada orang lain
3. Tidak ada anak lain
4. Tidak ada kritik
5. Tidak menceramahi

Gerakan Feeling

Gerakan Feeling ini diperuntukkan untuk mengikatkan diri dengan buah hati (Anak). Konon katanya, jika gerakan ini terus dilakukan setiap saat akan mengikat batin antara orang yang melakukannya. Hal ini dapat membuktikan : jika, anak sedang berbohong, gelagatnya dan feeling dari ibu atau siapapun pasangan yang melakukannya akan merasakan telah dibohongi.

Gerakan 1

Gerakan 1

Gerakan 2

Gerakan 2

 

Contoh gerakan yang dilakukan seorang ibu dan anaknya (Gerakan Feeling) :

Gerakan Feeling Ibu dan Anak

Gerakan Feeling Ibu dan Anak

Gerakan Feeling audience yang hadir :

Gerakan Feeling Audience yang hadir

Gerakan Feeling Audience yang hadir

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s