Perusahaan IT

Senin, 01 September 2008 – Aku mendapatkan interview pada salah satu perusahaan IT di jakarta. aku diberitahu oleh temanku yang satu SMK untuk dapat memenuhi panggilan interview saat itu. interview dilakukan di kantornya di kawasan wijaya jakarta selatan.

Sesampainya dilokasi, sang bos pemilik perusahaan itu belum datang ke kantor dan rupanya beliau baru ke kantor sekitar minggu depannya. well, saya melakukan interview yang dilakukan oleh mbak Chi dan mas Hari waktu itu. suasana mendadak tegang, karena waktu itu mereka terlihat sangat serius. Mbak Chi menanyakan pengalamanku yang sudah bekerja atau baru lulus, sedangkan mas Hari menanyakan pernah melakukan koding apa saja. hal yang pertama diingat aku waktu itu, mas Hari itu orang teknik sepertinya.

Setelah selesai melakukan interview, aku menemui kedua sahabatku yang sebelumnya sudah keterima kerja disana. mereka berasal dari SMK yang sama denganku, dan bahkan mereka yang mengajak aku kerja di jakarta ini. dan akhirnya aku mendapatkan informasi dari kedua orang sahabatku ini, jika besok tgl 2 september aku sudah bisa mulai masuk di perusahaan ini. dengan catatan, ketika aku tidak bisa mengikuti apa yang dikerjakan di perusahaan ini, aku bersedia untuk dipulangkan ke sekolahku.

Well, tawaran itu aku terima. aku juga dibayarkan kos selama sebulan di awal oleh pihak perusahaan. senengnya bukan main, karena memang aku pergi ke jakarta ini tidak membawa banyak perbekalan uang saku. Aku ngekos dekat dengan sahabatku aldi dan kudo begitu mereka aku panggil. bukan nama sebenarnya, tapi itu panggilan yang paling baik yang bisa aku ucapkan untuk mereka. heehe..

Selain menerima uang kos untuk sebulan, aku juga dikasih uang saku seminggu sekali. kalau tidak salah waktu itu aku dikasih perminggu sekitar 200rb an. karena memang masih dalam tahap uji coba apakah aku bisa diangkat menjadi karyawan disana atau tidak.

Selang seminggu berlalu, aku berhasil mengajak nisa ke Jakarta. hal itu tak lain dan tak bukan karena memang aku tidak ada teman. juga karena nisa belum mendapatkan pekerjaan dan kebetulan pula, setelah aku tanyakan pada saat interview perusahaan ini membutuhkan karyawan untuk bagian Administrasi juga. jadi aku pikir ini momen yang pas, dan setelah satu minggu aku mempunyai teman kost baru, nisa teman SMK ku yang berbeda jurusan.

Minggu berlalu minggu, aku telah sampai pada penghujung bulan September. ini saatnya aku mempresentasikan apa yang aku buat didepan semua orang termasuk bos si pemilik perusahaan ini. aku berhasil membuat aplikasi sederhana Item Category yang aku contek dari modul dan aplikasi POS yang aku migrasikan ke versi platform yang baru saja dibuat oleh tim riset development.

Satu hal dan mungkin sering apa yang menjadi kekesalanku selama menyelesaikan pekerjaan itu adalah sikap acuh tak acuh para senior. termasuk mas Hari. iya.. karena dia termasuk kedalam tim riset development. salah satu orang yang membuat platform aplikasi yang aku gunakan. aku hanya menanyakan fitur ini untuk apa, atau.. bagaimana menjalankan fitur ini? tapi yang diucapkannya adalah “Cari aja sendiri!” masya Allah… sungguh waktu itu aku kesal sekali, mungkin kalau aku mengerti aku tidak akan pernah menanyakan hal itu pada dia.

Yasudah lah.. aku gak mau memperpanjang urusan, semuanya aku serahkan pada kemampuanku pada IT. kemampuanku untuk belajar sendiri dan memikirkan solusinya sendiri. hingga akhirnya, aku dimintai si pemilik perusahaan untuk ikut bekerja di temannya yang berada di daerah Ancol. untuk membuatkan mereka aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan. aku dan nisa di mutasi ke sana. Nisa dibagian Supplychain sedangkan aku dibagian IT karena memang tugasku untuk membuatkan mereka aplikasi-aplikasi apapun.

Sebenarnya tidak hanya kita berdua saja, akan tetapi ada 2 orang cowok yang dipekerjakan juga disana, dua-duanya namanya Lukman. kedua lukman ini juga dimasukkan ke bagian IT bersama denganku. tetapi lukman satu (anggap saja begitu) ditempatkan dibagian IT support dan berbeda ruangan denganku dan lukman dua.

Posisiku disana serba salah, seolah adalah karyawan yang tidak dianggap. menyelesaikan aplikasi yang entah iya atau tidak digunakan untuk internalnya mereka. bagaimana sih rasanya jadi karyawan yang dititipkan? mungkin keadaan Nisa dan lukman satu berbeda karena mereka secara tidak langsung dipekerjakan untuk lingkungan kerja mereka. lah aku dan lukman dua?

Dan yang lebih anehnya lagi, si bos perusahaan IT (namanya EXME) malah menitipkan ANAK MAGANG yang harus kita didik di lingkungan kerja orang lain? yaampun…. bagaimana rasanya deh, udah gak dianggap sebagai karyawan sekarang malah ditambah masalah baru harus bawa anak SMK magang disana.

Akhirnya Lukman dua, partnerku tidak tahan dengan semua ini, dia memutuskan untuk resign dari tempat kerjaku.. hiksssss… gak ada temannya lagi deh aku 😦

Beberapa saat kemudian, EXME melakukan training di kantor M2 (kantor tempatku bekerja) ya tuhan.. udah tau titip karyawannya aja mereka seolah enggan, ini ditambah lagi melakukan training dengan client lain di kantor orang lain. itu orang gak pernah mikir etika apa ya.. *gumamku dalam hati*.

Aku udah muak kerja di EXME yang memperlakukan apapun itu semau yang punyanya. apalagi setelah 4 tahun masa kerjaku di EXME aku tidak pernah mendapatkan THR sekalipun. jangankan THR ya.. gaji aja diseretin. klo mau lebaran gini biasanya yang punya marah-marah.. aku malah udah beberapa tahun terakhir tidak menerima GAJI setiap LEBARAN menjelang 😦

Mungkin saatnya aku harus sudah pindah tempat kerja tidak lagi di EXME. thanks ya for everything yang membuat saya semakin maju.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s