IBD : Manusia dan Penderitaan

Ilmu Budaya Dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang nilai-nilai dan kebudayaan tentang berbagai masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari.

Kenapa saya mengambil judul Manusia dan Penderitaan?

Dizaman sekarang ini manusia sering sekali mengalami penderitaan. Banyak hal yang memicu terjadinya penderitaan untuk masing-masing individu. Penderitaan yang dialami masing-masing individu juga berbeda-beda. ada yang menderita karena tekanan batin, siksaan, rasa ketakutan yang terlampau tinggi, dll. yang masih termasuk dalam kategori derita. sehingga banyak kasus yang sering terjadi di lingkungan kita saat ini adalah penderitaan.

Trus kenapa harus ada Bahagia dan Derita?

Sebenarnya apa sih definisi dari Bahagia itu sendiri? Banyak hal tentang definisi dari Bahagia. sebagian orang mengatakan Bahagia itu adalah kepuasan batin terhadap sesuatu. misal Si A sangat Bahagia jika dia telah bisa untuk membeli sebuah Mobil (itu karena yang diinginkan si A adalah sebuah Mobil). Beda lagi dengan Si B yang menginginkan kebahagiaan karena mendapatkan nilai bagus di kelasnya. menurut saya Bahagia adalah suatu perasaan atau keadaan yang mengkondisikan rasa senang, nyaman, dan merasa bahwa apa yang diinginkan telah kita dapatkan.

Apa yang menjadikan manusia itu menjadi menderita. Sebelumnya apa sih definisi derita itu sendiri? Derita atau penderitaan merupakan kebalikan dari Bahagia. Suatu perasaan yang merasa jiwa nya terganggu. jiwanya tidak nyaman dengan apa yang terjadi. Trus bagaimana manusia itu bisa menjadi menderita :

1. Adanya Penyiksaan Batin

2. Frustasi atau Stress terhadap suatu masalah

3. Ketakutan terhadap sesuatu yang menjadikan dia stres dan frustasi(misal masalah material)

Banyak orang yang sampai nekat mengakhiri hidupnya hanya gara-gara dia menderita akan hidupnya. Sebenernya yang mereka fikirkan itu sangat sempit. Dunia mereka anggap sebagai suatu hal yang dapat menjadikan mereka tersiksa dan menderita. Sebenarnya mereka bisa mengubah kondisi mereka sendiri. Karena sesungguhnya “Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika dia tidak mengubahnya sendiri”. nah take it easy aja. walaupun apa yang kita inginkan tidak sepenuhnya kita dapatkan.

bagi si miskin dia merasakan menderita atas apa yang telah menimpa dirinya.dan menyalahkan nasibnya yang serba kekurangan.dalam hal ini si miskin merasa bahwa material lah  yang menjadikan hidupnya menjadi sengsara.

kita beralih pada si kaya. meskipun hidupnya serba berkecukupan untuk material.mungkin hidupnya akan selalu dihantui rasa ambisius ingin memiliki kelebihan lagi dari hartanya. atau bahkan banyak pula dari si kaya yang mendapatkan kekayaan dengan cara yang kurang halal. naudzubillah. mereka sering merasa tidak puas akan semua yang telah mereka dapatkan.

nah dari kasus tersebut kita bisa ambil kesimpulan bahwa kesenangan atau kebahagiaan dan penderitaan tidak bisa diukur harganya. banyak orang yang merasa bahwa kebahagiaan didefinisikan sebagai kelebihan dari harta atau material. tetapi bukan hanya itu saja. yaitu bagaimana kita bisa menerima atau memanfaatkan apa yang kita terima saat ini menjadi sebuah nilai yang akan menjadi pedoman kita untuk hidup lebih baik dimasa depan. tergantung hati kita masing-masing apakah kita bisa menerimanya atau tidak.

Semoga lebih baik.

MY

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s