Hi, ini kali pertama aku tinggal di rumah paman. tinggalnya di rumah petak-petak kontrakan yang notabene klo menurut aku sih fine-fine saja tinggal dimanapun.
Bapak pergi ke rumah untuk mengambilkan surat-surat lamaran pekerjaan. karena klo aku ikutan pulang sama bapak ke rumah. menghabiskan banyak ongkos untuk bolak-baliknya. yasudah lah aku memutuskan untuk tinggal di rumah paman di bekasi.
Pamanku tinggal di kontrakan yang hanya mempunyai 2 kamar saja. 1 kamar untuk tempat tidur, 1 kamar untuk tempat barang-barang sekaligus menjadi dapur.
“yah beginilah neng, hidup di jakarta serba susah. tapi klo ga nekat ga bakalan maju-maju kehidupan kita” omelan paman padaku.
“yah, mang segini aja punya tempat tinggal. coba liat tetangga kita, mereka tidur dimana saja mang.kasian”
“ya neng, alhamdulilah kita masih bisa dikasih makan, bisa mencari nafkah. selalu kita bersyukur atas apa yang kita punya” sergahan paman padaku.
selama seminggu aku tinggal dirumah paman di bekasi, paman mempunyai 1 orang istri dan 1 orang anak. tiap hari aku selalu main dengan teman baruku yang bernama “UMI”. namanya Aminatus. cuman keluarganya sering memanggilnya umi. rumah umi juga sama dengan paman. cuman bedanya ada sekitar 4 kamar. 2 kamar dibawah dan 2 kamar di loteng.
kita sering pergi ke Giant kelapa kembar. karena disana ada lapangan yang sampai malam hari pun selalu ramai. umi selalu cerita tentang dirinya dan keluarganya. umi dilahirkan di keluarga yang tidak mampu. dia hanya bisa disekolahkan hanya sampai tingkat SD saja sama orang tuanya. kebetulan ternyata dia seangkatan denganku. ketika lulus dari sekolah, dia kemudian menjadi seorang artis dangdut. yang selalu ikutan manggung dengan rombongannya sewaktu-waktu.
tapi saya sangat salut sama umi. dia tidak pernah mengeluh akan profesi nya. bahkan dia selalu tersenyum. apa yang terjadi dg ku yah kalau seperti itu? aku tidak bisa membayangkan..
aku dikenal anak yang pemalu di keluargaku. orang yang gak pernah bisa basa-basi sesama keluarga yang lainnya. ketika mereka main dirumahku. aku lebih memilih nonton tv sendirian setiap hari..hehehe
apalagi kalau ada acara besar keluarga. seperti lebaran. yasudah aku adalah anak yang masa bodo terhadap lingkungan.”ibu bilangnya gitu” :p
setiap hari aku selalu main sama umi. sampai ada seorang pria yang mendekatiku. temennya umi sih. cuman dia bilang sama umi klo dia suka sama aku..^^ jadi malu……
“aku ga punya pacar. aku mau menjadi pacarnya dia..” aku bilang gitu sama umi. padahal…..
ga ada sedikitpun rasa yang tertinggal darinya. walaupun kita dekat.
dia baik sekali sama aku.. tapi aku hanya setengah hati..
akhirnya waktu yang ditunggu telah datang. bapak telah datang dengan membawa berkas-berkas lamaran pekerjaan itu.
akupun pamitan sama umi. dan aku ga sempet pamitan sama menoz*gitu panggilannya
good bye my half beloved.. i will remember in my mind..:D
—–
-Mila Yuliani-